Oct 11, 2010

Gaharu



Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur.
Berdasarkan studi dari Ng et al. (1997), diketahui jenis-jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu apabila terinfeksi oleh kapang gaharu :
  • Aquilaria subintegra, asal Thailand
  • Aquilaria crassna asal Malaysia, Thailand, dan Kamboja
  • Aquilaria malaccensis, asal Malaysia, Thailand, dan India
  • Aquilaria apiculina, asal Filippina
  • Aquilaria baillonii, asal Thailand dan Kamboja
  • Aquilaria baneonsis, asal Vietnam
  • Aquilaria beccarain, asal Indonesia
  • Aquilaria brachyantha, asal Malaysia
  • Aquilaria cumingiana, asal Indonesia dan Malaysia
  • Aquilaria filaria, asal China
  • Aquilaria grandiflora, asal China
  • Aquilaria hilata, asal Indonesia dan Malaysia
  • Aquilaria khasiana, asal India
  • Aquilaria microcarpa, asal Indonesia Malaysia
  • Aquilaria rostrata, asal Malaysia
  • Aquilaria sinensis, asal Cina

Daerah penyebaran gaharu dan nama tumbuhan di Indonesia

  • Sumatera
    Aquilaria malaccensis
    Aquilaria beccariana
    Aquilaria hirta
    Aquilaria microcarpa
    Aquilaria moszkowskii Aquilaria agallocha
    Gonyitylus bancanus
    Gonystylus macrophyllus
    Dalbergia parviflora *
    Enkleia malaccensis
    Linostoma` scandens
    Wikstroemia tenuiramis
  • Kalimantan
    Aquilaria malaccensis
    Aquilaria beccariana
    Aquilaria microcarpa
    Aquilaria agallocha
    Aextoxylon sympetalum
    Arastemon urophyllus
    Dalbergia parviflora *
    Gonystylus macrophyllus
    Enkleia malaccensis
    Excoecaria agallocha *
    Wikstroemia androsaemifolia
    Wikstroemia tenuiramis
    Wikstroemia polyantha
  • Jawa
    Aquilaria agallocha
    Excoecaria agallocha *
    Wikstroemia androsaemifolia
    Wikstroemia candolleana
  • Sulawesi
    Aquilaria cumingiana
    Gyrinops decipiens
    Gyrinops versteegii
    Dalbergia parviflora *
    Wikstroemia androsaemifolia
  • Nusa tenggara
    Aquilaria microcarpa
    Aquilaria filaria
    Gyrinops versteegii
    Gyrinops cumingiana
    Enkleia malaccensis
    Excoecaria agallocha *
    Timonius sericeus
    Wikstroemia androsaemifolia
  • Maluku
    Aquilaria filaria
    Aquilaria secundana
    Gyrinops versteegii
    Dalbergia parviflora *
    Wikstroemia androsaemifolia
  • Papua
    Aquilaria filaria
    Aquilaria tomentosa
    Gyrinops audate
    Gyrinops ledemanii
    Gyrinops podocarpus
    Gyrinops salicifolia
    Gyrinops versteegii
    Aextoxylon sympetalum
    Wikstroemia androsaemifolia
    Wikstroemia polyantha

CATATAN:
*: Sebagian berpendapat bukan penghasil gaharu
Tebal: Termasuk dalam CITES.
Tipis: NON CITES.
Sumber: Sidiyasa dan Suharti (1987): Yana Sumarna (1998) (2002) (data diolah)
Sumber: Harry wiriadinata (LIPI), Ani Mardiastuti & Afifi (IPB)

Gaharu dihasilkan tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian. Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen. Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain. Namun, apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka gaharu tidak terbentuk dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. Ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak, tajuk tanaman menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman. Senyawa gaharu dapat menghasilkan aroma yang harum karena mengandung senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol. Untuk kepentingan komersil, masyarakat mengebor batang tanaman penghasil gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya. Setiap spesies pohon penghasil gaharu memiliki mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam jumlah yang besar. Beberapa contoh cendawan yang dapat digunakan sebagai inokulum adalah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp.

No comments:

Post a Comment